Monday, December 7, 2015

Lelap Selamanya




Malam telah tiba dengan tetes suara air

Menampik di atas atap
Tertahan di sela-sela bata
Tersibak dari dedaunan

Pagi kan datang mungkin dengan tetes air
Yang lebih sendu atau lebih merdu
Merayu setiap telinga yang tertidur
Membangunkan setiap mata yang terpejam

Lebih baik begini
Lelap dalam dekap
Hangat dalam sengat
Sejuk dalam peluk
Lebih baik begini
Embun tak berarti
Terang tak dinanti
Matahari tak boleh berseri

Di lelap ini, ku gambarkan suatu lukisan
Terdapat keteduhan di wajah tokohnya
Tersenyum sipu ditatap langit
Namun mata tak mungkin lupa
Tentang malam-malam kemarin
Dimana sesal dan kesal bercampur
Lalu derita dan duka bermunculan

Sudah kubilang,
Lebih baik begini
Lelap dalam dekap
Hangat dalam sengat
Sejuk dalam peluk
Dan lebih baik begini
Selamanya

No comments:

Post a Comment