Walau berkali-kali kau tetap katakan cantik
Aku tahu itu ungkapan kedustaan
Mataku tahu tentang tatapan itu
Yang jijik dengan aroma tularan tubuhku
Matamu sepertinya sudah pandai
Seperti hidungmu
Mampu mengendus aroma tak sedap itu
Cintaku, sadarilah, betapa kutahu hinanya
aku
Malam pun bercerita tentang buruk dan tak
pantasnya aku
Tinggalkan lah saja, Cintaku
Aku bukan lagi berlian di dasar sungai
Aku hanyalah batu di tepi pantai
Carilah bunga yang lebih semerbak, Cintaku
Bukan bangkai sepertiku
Wanginya bisa-bisa buatmu jatuh koma
Terbanglah lagi, Cintaku
Taman di seberang atau padang di ujung jalan
Mungkin bisa jadi tempat pencarianmu
Kan kutunggu, Cintaku
Karena ku tak sabar lihat indah yang dulu
nampak di diriku

No comments:
Post a Comment