Cantik
Dengar suara
Yang berlomba meraba-raba
Katanya,
"Sentuhan sunyi tatapan mataMengusik hati yang sedang lara"
Cantik
Kalau nanti ku telah dewasa
Jemput aku dengan wibawa
Yang sering kau sebut di sela-sela kata
Cantik
Bahagia dan kesenduan menjadi satu
Membumi bersama dalam dekapan rindu
Ah, wajahmu mengingatkanku
Akan melodi cinta yang merdu
Cantikku,
Sambutlah aku di gerbangmu
Dengan asa yang menari-nari
Di hati yang telah lama berdebu
Karena ditinggal sang peri
Cantikku,
Apakah kau terima persembahan ini?
Apakah kau rela kudatangi?
Kuketuk pintunya
Kusinggahi tiap ruangnya
Lalu tinggalkan bekas
Yang bisa kau ingat dan biarkan lama disana
Atau cepat-cepat kau bersihkan
No comments:
Post a Comment