Pernahkah kalian mencintai seseorang
namun dikhianati? Pernahkah kalian merindukan seseorang tapi tak diidahkan? Pernahkah
kalian berkorban demi seseorang tapi lalu ditinggalkan? Pernahkah kalian merasa
bahwa hidup kalian tak ada artinya lagi? Dikhianati, tak diidahkan, dan
ditinggalkan. Lengkap sudah.
Sebenarnya,
ketiga hal menyakitkan tersebut terjadi saat perasaan yang dikatakan orang
spesial, lembut, nan indah tumbuh didalam hati kalian. Tak jarang perasaan itu
benar – benar mendatangkan kebahagiaan. Tapi tetap saja dibalik suatu
kebahagiaan ada mata – mata penuh tetesan air mata, ada tubuh – tubuh ringkuh meratapi
keterpurukan hati. Tetap saja ada perasaan menyakitkan yang juga ikut tumbuh.
Andai
saja perasaan itu bukan pilihan? Andai saja perasaan itu tepat ditanam di hati
mungkin saja tak akan ada kisah sedih seperti yang kita rasakan, mungkin saja
tak akan ada tetesan air mata kesedihan, mungkin saja tak akan ada kekuatan
hebat muncul, dan mungkin saja tak akan ada tulisan – tulisan dibalut bahasa
indah. Bahasa yang muncul saat kekuatan hati berdasar kesedihan tulus dan berdasar
akan perasaan polos hati orang – orang terluka membungkus karya – karya luar
biasa.
Begitulah
Tuhan memberikan keberkahan, tak ada hal yang buruk di dunia ini. Jika saja itu buruk, pastilah asalnya bukan dari Tuhan. Setiap
kebahagiaan bisa jadi kado terindah, keberkahan yang dikaruniai Tuhan kepada
kita. Tapi siapa sangka keterpurukan, kesedihan, luka mendalam mampu menjadi
kado seindah kebahagiaan bahkan lebih indah yang mendatangkan beribu keberkahan
dari Tuhan.
No comments:
Post a Comment