Friday, March 6, 2015

Unexpected Strength


Pernahkah kalian mencintai seseorang namun dikhianati? Pernahkah kalian merindukan seseorang tapi tak diidahkan? Pernahkah kalian berkorban demi seseorang tapi lalu ditinggalkan? Pernahkah kalian merasa bahwa hidup kalian tak ada artinya lagi? Dikhianati, tak diidahkan, dan ditinggalkan. Lengkap sudah.
Sebenarnya, ketiga hal menyakitkan tersebut terjadi saat perasaan yang dikatakan orang spesial, lembut, nan indah tumbuh didalam hati kalian. Tak jarang perasaan itu benar – benar mendatangkan kebahagiaan. Tapi tetap saja dibalik suatu kebahagiaan ada mata – mata penuh tetesan air mata, ada tubuh – tubuh ringkuh meratapi keterpurukan hati. Tetap saja ada perasaan menyakitkan yang juga ikut tumbuh.
Andai saja perasaan itu bukan pilihan? Andai saja perasaan itu tepat ditanam di hati mungkin saja tak akan ada kisah sedih seperti yang kita rasakan, mungkin saja tak akan ada tetesan air mata kesedihan, mungkin saja tak akan ada kekuatan hebat muncul, dan mungkin saja tak akan ada tulisan – tulisan dibalut bahasa indah. Bahasa yang muncul saat kekuatan hati berdasar kesedihan tulus dan berdasar akan perasaan polos hati orang – orang terluka membungkus karya – karya luar biasa.  
Begitulah Tuhan memberikan keberkahan, tak ada hal yang buruk di dunia ini. Jika saja itu buruk, pastilah asalnya bukan dari Tuhan. Setiap kebahagiaan bisa jadi kado terindah, keberkahan yang dikaruniai Tuhan kepada kita. Tapi siapa sangka keterpurukan, kesedihan, luka mendalam mampu menjadi kado seindah kebahagiaan bahkan lebih indah yang mendatangkan beribu keberkahan dari Tuhan.

No comments:

Post a Comment