Saturday, March 7, 2015

WAKTU KU TERLELAP

Pagi itu, wajah sendu menemani 
Aku terbangun mengusap mata dan memulai hari
Tak ada yang indah tak ada yang menggugah hati
Mencoba mencari, mungkin saja ia disini

Tenanglah bukan dirimu lagi yang kunanti 
Aku sudah lepaskan setiap asa yang menghantui
Kusadar betapa sulit menari diatas tali
Apalagi melangkah hanya dengan jempol kaki

Setelah pagi, siang menabik
Dengan semangat membara matahari
Yang terus memaksaku berseri 

Aku tertegun melihat dirimu menanti
Lagi - lagi kamu, ah aku benci
Tak kusadari bayanganku sampai disela kaki 
Kaki - kaki yang dulu pernah meninggalkanku pergi

Kenapa kau kembali?
Apa yang kau cari?
Otakku terus menagih jawaban
Tetaplah disini
Hilangkan rasa sepi
Hatiku terus mengucap permintaan

Bulan masih berseri 
Ditengah singgasana malam yang hampir pergi
Aku dibanguni 
Ah, cuma mimpi
 

 7 Maret 2015
Di sela kerinduan yang tertahan
Dinda Ramayulis

No comments:

Post a Comment