Saturday, March 14, 2015

KELIRU


Kemarin aku bertemu denganmu
Di tempat biasa, di waktu biasa
Aku sudah hafal jadwalmu
Kapan akan makan disana
Atau hanya sekadar mengobrol melepas rindu

Kau tersenyum saat melihatku
Kali ini kau mendahuluiku
Aku tersipu
Hanya bisa berdiri kaku menatapmu
Kau sungguh menawan

Hari ini aku siap menyambutmu
Di tempat biasa, di waktu biasa
Aku sudah menahan malu-ku
Kali ini aku akan jadi yang pertama menyapa

Saat datang, tak kusangka langit tak memberi restu
Kau tak ada disana
Kursi – kursi itu hampa tanpa sedikitpun bayanganmu
Kau… dimana?

Hari esok tiba, menyapaku sendu
Di tempat biasa, di waktu biasa
Aku yakin dirimu menunggu
Dengan tatapanmu yang membuat pipiku makin merona

Ah, ternyata aku keliru
Kau tak sedang menungguku
Kau sibuk bersitatap dengan bunga barumu
Pipinya merona, ia dibuat tersipu
Dengan setiap rayuanmu itu

Lusa, waktu yang indah untuk mulai melupakanmu
Di tempat biasa, di waktu biasa
Aku sungguh tersadar
Kau memang tak pernah menungguku

14 Maret 2015
Di tengah tatapan yang kosong,
di sela usapan jemari menghapus tetesan air mata,
dan di antara senyum paksaan
Dinda Ramayulis  

No comments:

Post a Comment