Kemarin aku bertemu
denganmu
Di tempat biasa, di waktu
biasa
Aku sudah hafal jadwalmu
Kapan akan makan disana
Atau hanya sekadar
mengobrol melepas rindu
Kau tersenyum saat
melihatku
Kali ini kau mendahuluiku
Aku tersipu
Hanya bisa berdiri kaku
menatapmu
Kau sungguh menawan
Hari ini aku siap
menyambutmu
Di tempat biasa, di waktu
biasa
Aku sudah menahan malu-ku
Kali ini aku akan jadi
yang pertama menyapa
Saat datang, tak kusangka
langit tak memberi restu
Kau tak ada disana
Kursi – kursi itu hampa
tanpa sedikitpun bayanganmu
Kau… dimana?
Hari esok tiba, menyapaku sendu
Di tempat biasa, di waktu
biasa
Aku yakin dirimu menunggu
Dengan tatapanmu yang membuat
pipiku makin merona
Ah, ternyata aku keliru
Kau tak sedang menungguku
Kau sibuk bersitatap
dengan bunga barumu
Pipinya merona, ia dibuat tersipu
Dengan setiap rayuanmu itu
Lusa, waktu yang indah
untuk mulai melupakanmu
Di tempat biasa, di waktu
biasa
Aku sungguh tersadar
Kau memang tak pernah
menungguku
14 Maret 2015
Di tengah tatapan yang kosong,
di sela usapan jemari menghapus tetesan air mata,
dan di antara senyum paksaan
Dinda Ramayulis
No comments:
Post a Comment