Friday, September 4, 2015

Jum'at Siang


Aku ingat sekali hari itu
Kau membenamkan bias cahaya terang ke kalbuku
Menahan keresahan yang sudah lahir dari saat kau menyapaku

Hari itu, lembar itu pun terbuka
Dimana pena merah muda lebih sering menari
Walau pena hitam dan abu-abu menyenggolnya tiap kali

Hari itu, aku menamaimu berlian
Karena kilaumu membuatku kagum dan bergumam
Namun sulit untuk kugenggam
Hingga hanya diam terpaku yang bisa kulakukan

Desahan angin meliuk-liuk di hari-hariku berikutnya
Membisikkan berbagai kata yang tak juga kupaham maknanya
Kadang kau tunjukkan aku artinya
Tapi tak jarang kau tinggalkan ku terpana

Hari itu adalah Jumat siang
Kau berada di dunia yang maya bersamaku
Kau memulai cakap denganku
Lalu cinta perlahan muncul disela waktuku
Tapi entah, apakah muncul juga pada dirimu?

Dinda Ramayulis

1 comment: