May 7, 2015
Rindu
melahap kesunyian hati, merilis tumpukan kenangan yang hampir mati, kemana
dirimu? saat satu per satu asa kuucap di tengah khusuk nya doa, dimana
senyumanmu? saat pita suaraku berteriak memanggil nama yang kini tengah ku
harap hadir menyapa. Rindu mendekap relung perasaan, menggores luka demi luka
yang mengucurkan darah merah segar, aku menunggu mu, menunggu hingga rindu ini
hilang, hingga harapan ini tak lagi datang, harapan untuk berjumpa dengan
dirimu, harapan untuk menatap senyuman memesonamu. Jika memang sempat,
mampirlah, setidaknya tuk obati luka yang dibuat rindu, rindu yang menikam,
rindu yang menyakitkan
Sudah beberapa hari tak
kutulis tentang dirimu. Tema favoritku yang tak pernah luput dari tiap
tulisanku. Aku bingung, bertemu denganmu saja tidak, mempunyai kisah di dunia
maya pun tidak, mau menulis apa?, pikirku. Hanya perasaan yang satu per satu
muncul. Awalnya masih biasa, merindu namun tak menusuk. Lama kelamaan kok malah
begini. Makin sakit. Terlebih lagi saat mendengar beragam kisah pertemuan
antara sahabatku denganmu. Dimana kamu? apa kita tak berjodoh sehingga tidak
dipertemukan begini?
Aku
mendekap lembut bantalku, berharap segera terlelap hingga terperangkap dalam
mimpi yang mampu membuat rindu ini menguap. Namun, tak beruntungnya diriku,
kamu malah mampir padahal ku ingin kau mangkir. Ah, apakah ini yang dinamakan
mimpi? Yang tak diundang datang tapi yang diundang malah tak datang. Hmm
No comments:
Post a Comment