Saturday, August 1, 2015

Tentang Rindu


May  7, 2015

Rindu melahap kesunyian hati, merilis tumpukan kenangan yang hampir mati, kemana dirimu? saat satu per satu asa kuucap di tengah khusuk nya doa, dimana senyumanmu? saat pita suaraku berteriak memanggil nama yang kini tengah ku harap hadir menyapa. Rindu mendekap relung perasaan, menggores luka demi luka yang mengucurkan darah merah segar, aku menunggu mu, menunggu hingga rindu ini hilang, hingga harapan ini tak lagi datang, harapan untuk berjumpa dengan dirimu, harapan untuk menatap senyuman memesonamu. Jika memang sempat, mampirlah, setidaknya tuk obati luka yang dibuat rindu, rindu yang menikam, rindu yang menyakitkan

Sudah beberapa hari tak kutulis tentang dirimu. Tema favoritku yang tak pernah luput dari tiap tulisanku. Aku bingung, bertemu denganmu saja tidak, mempunyai kisah di dunia maya pun tidak, mau menulis apa?, pikirku. Hanya perasaan yang satu per satu muncul. Awalnya masih biasa, merindu namun tak menusuk. Lama kelamaan kok malah begini. Makin sakit. Terlebih lagi saat mendengar beragam kisah pertemuan antara sahabatku denganmu. Dimana kamu? apa kita tak berjodoh sehingga tidak dipertemukan begini?
Aku mendekap lembut bantalku, berharap segera terlelap hingga terperangkap dalam mimpi yang mampu membuat rindu ini menguap. Namun, tak beruntungnya diriku, kamu malah mampir padahal ku ingin kau mangkir. Ah, apakah ini yang dinamakan mimpi? Yang tak diundang datang tapi yang diundang malah tak datang. Hmm

No comments:

Post a Comment