Semalam
aku terbayang deruan nafasmu
Mataku
membelalak seakan melihat setan
Kamu
berdiri disana berhias senyum juga wangi penantian
Kamu
tak juga kunjung lelah menunggukku yang telah lama lelap dalam mimpi indahku
bersama yang lain
Aku
tahu kamu telah kepanasan
Karena
bara api membakar jiwamu yang redup karena cinta
Lupakanlah
tentang cinta
Itu
hanya khayalan semata
Itu
hanya salah satu hal yang fana
Kau
adalah dirimu dengan nyatanya rupamu
Rasamu
hanya pemanis dikala sendu menodai rupa bibirmu
Kini,
hapuslah lukisan diriku di atas kanvas berdebumu
Jadikan
aku campuran sisa pewarna dan air bening di cangkir itu
Biarkanku
mencair bersama masa itu
Saat
kita bersama dan menganggap cinta itu nyata
Padahal
hakikatnya cinta itu cuma angan-angan kita semata
Dinda Ramayulis
No comments:
Post a Comment