Biarkan ku berucap
dengan setumpuk jerami
di ubun-ubunku
menancapkan kehangatan
yang menembus sukmaku
Biarkan ku merangkai kata
di sederet batu karang
yang makin rapuh
dihantam nyalak ombak
dengan emosi menggebu
Biarkan ku melukiskannya
di lembar-lembar kayu dan kulit sapi
sebab kertasku sudah habis
terisi jeritan hatiku
yang tak selesai juga
Biarkan ku ditemani
ungu dan jingganya langit
dengan sunyi dan sepi
dan denting-denting jemariku
dan pasir putih
Biarkan ku menunggumu
dalam diam
dan tulisan-tulisanku yang dalam
Jatinangor, 14 Mei 2016
No comments:
Post a Comment