Namaku Kiran, aku hidup dijaman yang tak pernah kuharapkan. Anak tunggal dari orangtua yang sudah mati dan dikejar2 utang. Sebagai pewaris tunggal, tentu bukan hanya harta yang kudapatkan tapi juga kewajiban untuk membayarkan semua utang orangtuaku.
Aku mohon sebutlah aku sebagai 'dia', lelah rasanya menceritakan diriku dengan sebutan 'aku'. Karena tidak ada sedikitpun rasa bangga dengan cerita yang akan kubagi ini. Aku tidak bangga, sedikitpun aku sama sekali tak bangga akan kisah ini. Bukan saja akan kisah ini aku pun tak bangga dilahirkan dari rahim ibuku.
Seharusnya dulu saat aku masih melayang mencari rahim seorang ibu, aku tak hinggap dirahimnya. Kalau perlu aku harusnya mati duluan sebelum bertatapan dengan wajah orangtuaku. Baiklah sudah cukup perkenalan denganku. Aku akan mulai menceritakan satu persatu, detik perdetik hidupku yang kacau ini. Tapi sekali lagi aku adalah dia..
No comments:
Post a Comment